<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>BlueBrainer Blog Community</title>
	<atom:link href="http://www.bluebrainer.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bluebrainer.com</link>
	<description>kumpulan blognya BlueBrainers</description>
	<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 01:23:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Lomba Blog Remaja - Kisara</title>
		<link>http://www.bluebrainer.com/lomba-blog-remaja-kisara/</link>
		<comments>http://www.bluebrainer.com/lomba-blog-remaja-kisara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 01:22:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<category><![CDATA[kisara]]></category>

		<category><![CDATA[lomba blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bluebrainer.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[
Tema : “Bangkitkan Eksistensi Remaja”
Tujuan :
* Meningkatkan penggunaan blog sebagai media sosialisasi dan informasi remaja
* Meningkatkan partisipasi remaja dengan kepedulian remaja terhadap isu remaja
* Meningkatkan jaringan dan volume partner remaja Kisara
Hadiah Lomba :
* JUARA I : Uang Tunai Rp.1.500.000,- + award
* JUARA II : Uang Tunai Rp.1.000.000,- + award
* JUARA III : Uang Tunai Rp. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://remajabali.wordpress.com/lomba-blog-remaja-2008/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://www.bluebrainer.com/images/lomba-blog-kisara.jpg" alt="lomba blog remaja - Kisara" width="385" height="233" /></a></p>
<p>Tema : “<strong>Bangkitkan Eksistensi Remaja</strong>”<br />
Tujuan :</p>
<p>* Meningkatkan penggunaan blog sebagai media sosialisasi dan informasi remaja<br />
* Meningkatkan partisipasi remaja dengan kepedulian remaja terhadap isu remaja<br />
* Meningkatkan jaringan dan volume partner remaja Kisara</p>
<p>Hadiah Lomba :</p>
<p>* JUARA I : Uang Tunai Rp.1.500.000,- + award<br />
* JUARA II : Uang Tunai Rp.1.000.000,- + award<br />
* JUARA III : Uang Tunai Rp. 500.000,- + award<br />
* JUARA FAVORIT : Uang Tunai Rp.500.000,- + Kaos + award + Domain dan Hosting selama setahun.</p>
<p>selanjutnya klik » <a title="lomba blog kisara" href="http://remajabali.wordpress.com/lomba-blog-remaja-2008" target="_blank">http://remajabali.wordpress.com/lomba-blog-remaja-2008</a>/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bluebrainer.com/lomba-blog-remaja-kisara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Yang ketiga dari www.iloveblue.com..</title>
		<link>http://www.bluebrainer.com/yang-ketiga-dari-wwwilovebluecom/</link>
		<comments>http://www.bluebrainer.com/yang-ketiga-dari-wwwilovebluecom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 06:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<category><![CDATA[bluebrainers.com]]></category>

		<category><![CDATA[iloveblue.com]]></category>

		<category><![CDATA[jomblo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bluebrainer.com/yang-ketiga-dari-wwwilovebluecom/</guid>
		<description><![CDATA[
“Bli Widi ngantennnn..” terdengar suara di balik Handphone Flexi saya.
“Oh yach? Pidan?”.
“Minggu lalu.. sudah mekala-kalaan. Upacara Widhi Widana-nya mungkin bulan Agustus.. mungkin menyesuaikan dengan bulan baik untuk menikah. Soale Cici khan di-plaib-kan (baca=dilarikan). Jadi diresmikan dulu.. nanti dirayakan ato ngundang-ngundangnya belakangan..” sambung bli Ketut Adi. “Waaaaaahh.. selamat2.. beh kok seng ngorang2 aahh…” sahut saya dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p><a title="Media Anak Muda Bali" href="http://www.iloveblue.com/" target="_blank"><img src="http://www.prayasa.com/images/iloveblue-dot-com.jpg" border="0" alt="www.iloveblue.com - pak pos blue" width="130" height="168" align="left" /></a>“<a title="Made Widiastawa" href="http://profiles.friendster.com/8142590" target="_blank">Bli Widi</a> ngantennnn..” terdengar suara di balik Handphone Flexi saya.<br />
“Oh yach? Pidan?”.</p>
<p>“Minggu lalu.. sudah mekala-kalaan. <a title="perkawinan adat Bali" href="http://undanganku.info/sekilas-perkawinan-adat-bali.html" target="_blank">Upacara Widhi Widana-nya</a> mungkin bulan Agustus.. mungkin menyesuaikan dengan <a title="bulan baik untuk menikah di Bali" href="http://www.prayasa.com/bulan-bulan-baik-untuk-menikah/" target="_blank">bulan baik untuk menikah</a>. Soale Cici khan di-plaib-kan (baca=dilarikan). Jadi diresmikan dulu.. nanti dirayakan ato ngundang-ngundangnya belakangan..” sambung bli Ketut Adi. “Waaaaaahh.. selamat2.. beh kok seng ngorang2 aahh…” sahut saya dengan sedikit heran.</p>
<p>Hmm.. mungkin karna beda agama.. tapi dulu sempet bli Widi saat saya ikut nganterin Cici ke bandara abis liburan.. bilang mau lanjut ke tahap pernikahan walopun kepentok dengan masalah beda agama.</p>
<p>Dan awal bulan ini, sempet ketemu sama bli Widi.. pas dia maen ke <a title="Bali Hotel and Villa Reservation" href="http://www.balibagus.com/" target="_blank">BaliBagus.com</a>. Katanya mau ke Jakarta ngelamar dan melaibin.. tetapi nikahnya di Bali dan juga mau <a title="foto pre-wedding di Bali" href="http://www.prayasa.com/foto-prewedding-di-bali" target="_blank">bikin foto pre wedding di Bali</a>. Cuman sedikit gremeng-gremeng bilangnya.. kaden nak mecande… hehehhe.</p>
<p>Salut juga sama mereka.. walopun penuh liku-liku tetapi akhirnya jadi juga.<br />
Dan yang terpenting.. di umur 6 tahun <a title="Media Anak Muda Bali" href="http://www.iloveblue.com/" target="_blank">www.iloveblue.com</a>, bli Widi+Cici adalah pasangan yang ketiga menikah karena kecantol di sini (<a title="Jatuh Cinta di iloveblue.com" href="http://www.iloveblue.com/jatuhcinta" target="_blank">www.iloveblue.com/jatuhcinta</a>)… walopun fitur jatuh cinta di iloveblue.com udah ngga keupdate.. hihihi. Yang kedua itu Rafi (Lampung) + Jantan (Jakarta) yang ketemu di iloveblue.com Forum (<a title="Forum Anak Muda" href="http://www.bluebrainers.com/" target="_blank">www.bluebrainers.com</a>). Trus.. yang pertamanya… hehehhehe</p>
<p>Jadi buat yang masih “betah” ngejomblo.. mudah2an teteeep bersemangat denger cerita di atas, karena biarpun cuman modal koneksi dan PC/Laptop.. internet sangat diyakini bisa dijadikan “sarana” untuk mencari pasangan hidup.. ato klo mau sering2 maen ke iloveblue.com/bluebrainers.com buat “hunting”.. hehehe <img class="wp-smiley" src="http://www.prayasa.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /></p>
<p>“Aku mau nelpon bli Widi dulu yach” suara bli Ketut Adi terdengar lagie. “Ok bli Ketut.. ngomong-ngomong bli Ketut kapan negh? hihihihih…”.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bluebrainer.com/yang-ketiga-dari-wwwilovebluecom/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kisara; 14 Tahun Sekarang!</title>
		<link>http://www.bluebrainer.com/kisara-14-tahun-sekarang/</link>
		<comments>http://www.bluebrainer.com/kisara-14-tahun-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 06:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<category><![CDATA[kisara]]></category>

		<category><![CDATA[remaja bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bluebrainer.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[

Selamat ulang tahun yang ke-14 buat KISARA. 14 Mei 2008 ini KISARA ulang tahun. Usia KISARA masih seusia remaja yang sedang banyak cobaan dan tantangannya. Banyak program telah dilakukan, hampir seratus ribu remaja telah dijangkau dengan edukasi dan pelayanan KISARA. Banyak relawan datang dan pergi, selalu berganti. Banyak juga yang telah sukses, ada yang tinggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry clearfloat">
<p><a title="261-k15ara.jpg" href="http://kisara.org/wp-content/uploads/2008/05/261-k15ara.jpg"><img src="http://kisara.org/wp-content/uploads/2008/05/261-k15ara.jpg" alt="261-k15ara.jpg" /></a></p>
<p>Selamat ulang tahun yang ke-14 buat KISARA. 14 Mei 2008 ini KISARA ulang tahun. Usia KISARA masih seusia remaja yang sedang banyak cobaan dan tantangannya. Banyak program telah dilakukan, hampir seratus ribu remaja telah dijangkau dengan edukasi dan pelayanan KISARA. Banyak relawan datang dan pergi, selalu berganti. Banyak juga yang telah sukses, ada yang tinggal di Amerika, Jepang, Australia, hingga ke pedalaman dan pelosok desa. Semoga tetap bisa melanjutkan komitmen KISARA untuk mewujudkan “remaja bertanggung jawab”. Sekali lagi, selamat ulang tahun ya KISARA…</p>
<p>Selanjutnya silahkan klik: <a href="http://www.remajabali.wordpress.com/">www.remajabali.wordpress.com</a></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bluebrainer.com/kisara-14-tahun-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Press Release Hut 14 Kisara</title>
		<link>http://www.bluebrainer.com/press-release-hut-14-kisara/</link>
		<comments>http://www.bluebrainer.com/press-release-hut-14-kisara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 06:26:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<category><![CDATA[aids]]></category>

		<category><![CDATA[kisara]]></category>

		<category><![CDATA[PKBI Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bluebrainer.com/press-release-hut-14-kisara/</guid>
		<description><![CDATA[
Ini adalah posting modifikasi dari teks press release ultah KISARA ke-14, didistribusikan saat acara Bedah Buku “Waktu Tuhan” dengan penulis yang masih remaja.
One for Youth; More Creative, Touching the Youth Deeper than Before
Semua Untuk Remaja, di Berbagai Nuansa, Dalam Hut KISARA ke-14
HUT KISARA ke-14
Dalam ulang tahun ke-14, relawan-relawan KISARA kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan sepanjang bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry clearfloat">
<p>Ini adalah posting modifikasi dari teks press release ultah KISARA ke-14, didistribusikan saat acara Bedah Buku “Waktu Tuhan” dengan penulis yang masih remaja.<br />
One for Youth; More Creative, Touching the Youth Deeper than Before<br />
Semua Untuk Remaja, di Berbagai Nuansa, Dalam Hut KISARA ke-14</p>
<p>HUT KISARA ke-14</p>
<p>Dalam ulang tahun ke-14, relawan-relawan KISARA kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan sepanjang bulan Mei ini, baik yang dilaksanakan oleh KISARA maupun yang berkolaborasi dengan mitra KISARA. Dengan mengambil tema “ONE FOR YOUTH; MORE CREATIVE, TOUCHING THE YOUTH DEEPER THAN BEFORE”, kali ini KISARA ingin memunculkan berbagai kegiatan yang bervariasi yang semuanya ditujukan menjadi satu buat remaja. Sebenarnya kegiatan sudah diawali dengan serial talkshow dan seminar tanggal 2-5 Mei yang lalu berkolaborasi dengan HUT Hard Rock Hotel Bali, mengemas topik “AIDS Information for Students” melibatkan remaja-remaja dari beberapa sekolah (SMA) di wilayah Kuta. Dengan pembicara dr. Okanegara dari tim senior KISARA, Ellyas Paweloi dan Maurits Pangemanan dari KPA Provinsi Bali.</p>
<p>Tanggal 12 Mei kemarin juga telah berhasil dilaksanakan sebuah “Diskusi Santai” di Aula PKBI Bali, kali ini topiknya adalah “komunikasi seksualitas antara remaja dan orang tua”, yang rencana awal hanya mengundang beberapa remaja sekolah, orang tua dan guru, ternyata menjadi acara yang ramai karena rupanya cukup diminati. Diskusi yang diset dalam suasana talkshow santai ini menampilan Bapak Ketut Sukanata mewakili suara orang tua, Arindie Ayudia sebagai perwakilan remaja mahasiswa dan Putu Ridoi sebagi perwakilan remaja yang masih sekolah di SMA. Berbagai hal menarik muncul dalam diskusi ini, betapa pentingnya komunikasi pada masa-masa krisis di usia remaja perlu diwujudkan, bagaimana orang tua bisa menjadi teman yang disenangi juga oleh remaja dan bagaimana remaja pun harus pandai menyikapi perubahan jaman, tetap menghormati orang tua dan bisa menjadi remaja bertanggung jawab.</p>
<p>Berikutnya juga akan diagendakan beberapa kegiatan lagi yang variatif. Hari ini, 13 Mei 2008, pukul 16.00 WITA akan diselanggarakan “Bedah Buku” yang ditulis oleh empat orang penulis remaja. Besok, 14 Mei 2008 akan diselenggarakan aksi remaja peduli sesama lewat “Donor Darah” di Lapangan Renon yang akan dimulai mulai pukul 07.00 pagi, malamnya diselenggarakan “Malam Keakraban” berupa acara spontanitas remaja, relawan KISARA, alumni KISARA, sahabat KISARA, yang juga akan diikuti pembentukan Tim Senior KISARA dan launching web serta blog KISARA. Rangkaian acara HUT-14 KISARA akan ditutup dengan aksi remaja peduli lingkungan hidup lewat “Penanaman 1405 Bakau” pada tanggal 19 Mei 2008 jam 16.00 sore di Pantai Serangan.</p>
<p>Sekilas Bedah Buku “Waktu Tuhan (Wianta)”</p>
<p>Kegiatan “Bedah Buku” diselenggarakan di Museum Sidik Jari tanggal 13 Mei 2004. Sengaja dipilih sore hari pukul 16.00 WITA untuk memberikan kesempatan kepada remaja-remaja usia sekolah untuk ikut berpartisipasi dan bisa belajar mengapresiasi sebuah buku. Terlebih lagi yang menarik dari buku “Waktu Tuhan (Wianta) ” yang akan didiskusikan bersama ini adalah buku ini ditulis oleh empat orang penulis muda, perempuan semua, dari Komunitas: Sahaja yang aktif di beberapa kegiatan apresiasi seni dan budaya. Usia mereka terbilang masih muda; yang tertua berusia 18 tahu dan paling belia berusia 15 tahun. Mereka adalah: Ni Ketut Sudiani, Ni Putu Rastiti, Ni Made Frischa Aswarini dan Ni Made Purnamasari. Buku ini akan menuangkan kisah perjalanan buah tulisan empat orang muda penggiat sastra ini tentang keingintahuan akan sosok seniman multitalenta, Wianta, yang tentu saja berbeda generasi dengan mereka. Di awalnya para penulis hanya ingin menjadikan sosok Wianta sebagai referensi mengembangkan wawasan dan pengetahuan, karena sebuah proses pembelajaran, akhirnya penulisan, cara dan sudut pandang masing-masing bisa diwujudkan dalam bentuk sebuah buku. Dan tentunya ini yang akan menjadi menarik. Bedah buku nanti akan dihadiri langsung oleh keempat penulisnya dan dipandu oleh penyair dan budayawan Warih Wisatsana.</p>
<p>Tentang KISARA</p>
<p>Kita Sayang Remaja (KISARA) PKBI Bali adalah lembaga nonprofit sebagai pusat informasi dan konseling yang didukung relawan-relawan remaja dalam memberikan pendampingan sebaya untuk pemberian informasi dan konseling remaja. KISARA dibentuk pada 14 mei 1994, karena rasa ingin ikut peduli terhadap maraknya permasalahan kesehatan reproduksi dan seksual remaja seperti hubungan seksual pranikah, kehamilan remaja, penyakit menular seksual, HIV/AIDS , penyalahgunaan narkotika, termasuk juga isu-isu yang trend di remaja lainnya. Visi KISARA adalah membentuk “remaja bertanggung jawab”melalui pendekatan “dari, oleh dan untuk remaja”. KISARA melakukan berbagai aktivitas-aktivitas pemberian informasi yang dikemas dengan pendekatan remaja. Kegiatan KISARA antara lain<br />
Konseling (telpon,surat, email, tatap muka, dan kolom konsultasi di media)<br />
Ceramah, diskusi maupun seminar<br />
Informasi lewat media, berupa siaran di radio secara teratur dan TV<br />
Pengembangan media dalam bentuk buletin, buku, buku saku, stiker, brosur, T-Shirt dengan gaya remaja<br />
Pelatihan remaja seperti pelatihan kesehatan reproduksi dan seksualitas, bahaya narkoba, teknik presentasi, teknik konseling<br />
Penjangkauan remaja (outreach) untuk mendampingi remaja di luar jalur formal<br />
DAKU! (Dunia remajaku, Seru!), sebuah program edukasi seksualitas di beberapa sekolah berbasis IT<br />
Kampanye rutin, dalam acara malam renungan dan hari AIDS, hari anti madat, perayaan hari kasih sayang, HUT Kisara, Hari Remaja, White band day, dll<br />
Juga segera juga akan direvitalisasi Klinik Kesehatan Terpadu Remaja dan program Rumah Remaja untuk memperkuat pemberdayaan serta akses buat remaja</p>
<p>Penutup</p>
<p>Silakan buat semua remaja dan yang menaruh perhatian serta kepedulian buat remaja bisa mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-14 KISARA ini. Dan siapa saja remaja maupun pihak lain yang peduli remaja termasuk guru, ortu atau instansi lain yang berminat bekerja sama maupun ikut serta atau mau mengundang KISARA, pintu KISARA selalu terbuka lebar untuk bisa selalu dihubungi setiap hari dari pukul 09.00 WITA sampai 21.00 WITA di sekretariat KISARA.</p>
<p>Contact Person:<br />
dr. I Nyoman Sutarsa (koordinator KISARA) : HP 081805409104</p>
<p>KISARA dapat dihubungi di:<br />
Jalan Gatot Subroto IV/6 Denpasar, Gedung PKBI Bali Lantai III.<br />
Telp 0361 430200 Fax 0361 430214<br />
Email: kisarabali@hotmail.com<br />
Blog: www.remajabali.wordpress.com<br />
Dan segera online website: www.kisara.org</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bluebrainer.com/press-release-hut-14-kisara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kopdar Bali Blogger Community @ D’Palensa Cafe</title>
		<link>http://www.bluebrainer.com/kopdar-bali-blogger-community-d%e2%80%99palensa-cafe/</link>
		<comments>http://www.bluebrainer.com/kopdar-bali-blogger-community-d%e2%80%99palensa-cafe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 06:24:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<category><![CDATA[bali blog community]]></category>

		<category><![CDATA[BBC]]></category>

		<category><![CDATA[D’Palensa Cafe]]></category>

		<category><![CDATA[Gendo]]></category>

		<category><![CDATA[UU ITE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bluebrainer.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[
Berawal dari email kopdar dan pembahasan UU ITE di milis baliblogger@yahoogroups.com.. saya dan istri menyempatkan diri buat hadir di sini. Walopun telat 1/2 jam.. ternyata sampe di D’Palensa Cafe acaranya blon mulai.. syukurlah :D. Awalnya agak kikuk juga karna baru pertama kali dateng.. hihihih. D’Palensa Cafe cukup luas juga, apalagi ada free hotspot jadi cocok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p>Berawal dari email kopdar dan pembahasan UU ITE di milis <a title="Bali Blogger Community" href="http://groups.yahoo.com/group/baliblogger/" target="_blank">baliblogger@yahoogroups.com</a>.. saya dan <a href="http://www.prayasa.com/referer.php?url=http://www.aggiechan.com" target="_blank">istri</a> menyempatkan diri buat hadir di sini. Walopun telat 1/2 jam.. ternyata sampe di D’Palensa Cafe acaranya blon mulai.. syukurlah :D. Awalnya agak kikuk juga karna baru pertama kali dateng.. hihihih. D’Palensa Cafe cukup luas juga, apalagi ada free hotspot jadi cocok buat ajang ngumpul2. Cuman satu masalahnya.. atap asbesnya bikin puanaasss. Bagusnya pemiliknya selain menyediakan free internet kudu ditambah free handuk basah setiap 30 menit… huehuehue :))</p>
<p align="center"><a title="Diskusi Bali Blogger Community @ D’Palensa Cafe" href="http://www.prayasa.com/nggallery/page-68/" target="_blank"><img src="http://www.prayasa.com/images/bali-blogger-community-kopdar01.jpg" border="0" alt="Bali Blogger Community" width="450" height="300" /></a></p>
<p>Pemaparan dimulai oleh narasumber pertama, Bapak I Ketut Jack Mudastra (Kabid Sistem Informasi Manajeman Badan Informasi dan Telematika Daerah (BITD) Bali) .. maaf Pak.. mungkin karena cara membawakannya formal banget plus suara yang kurang keras, perhatian blogger lebih tertuju pada pisang goreng, roti isi dan kopi… ssrruuupppp.. aahhhh… nyam.. nyam..</p>
<p align="center"><a title="Diskusi Bali Blogger Community @ D’Palensa Cafe" href="http://www.prayasa.com/nggallery/page-68/" target="_blank"><img src="http://www.prayasa.com/images/bali-blogger-community-kopdar02.jpg" border="0" alt="Bali Blogger Community" width="450" height="300" /></a></p>
<p>Lanjuttt.. narasumber kedua.. <a href="http://www.prayasa.com/referer.php?url=http://www.saylows.com" target="_blank">Saylow</a> yang nama bagusnya I Putu Hendra Brawijaya, dengan muka full senyum menyambung pemaparan yang disesuaikan kapasitasnya sebagai seorang blogger/IT. Dan suasana yang udah panas dibikin semakin panas oleh ulasan bli Wayan “Gendo” Suardana yang Ketua Persatuan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Bali. Diuraikan beberapa kelemahan UU ITE dan sudah seharusnya kudu diberikan perlawanan. Diskusipun semakin menarik beberapa rekan menawarkan solusi dan mempertanyakan langkah real yang bisa ditempuh. <a href="http://www.rumahtulisan.com/" target="_blank">Bli Anton</a> yang sudah sedari awal memoderatori diskusi ini sesekali menuliskan isi pembacaraan dengan penanya.</p>
<p>Sungguh diskusi yang menarik..</p>
<p>Diskusi akhirnya ditutup dengan pemberian souvenir buat narasumber oleh BBC yang diwakili oleh <a href="http://www.prayasa.com/referer.php?url=http://lodegen.wordpress.com" target="_blank">mbok Lode</a>. Acara dilanjutkan lagie dengan makaaannnnn…</p>
<p>Berikut beberapa point yang dapat diraih pada diskusi ini yang dikirimkan bli <a href="http://www.prayasa.com/referer.php?url=http://www.rumahtulisan.com/11/05/2008/blogging/hapuskan-pasal-pengekang-kebebasan-informasi.html" target="_blank">Anton</a> via milis.</p>
<p>*********************************************************<br />
Melalui diskusi terbatas pada Minggu (11/05), maka kami pengguna informasi di dunia maya yang tergabung dalam <a title="Bali Blogger Community" href="http://www.prayasa.com/referer.php?url=http://www.baliblogger.org/node/41" target="_blank">Bali Blogger Community</a> (BBC), menyatakan sikap sebagai berikut:<br />
1. Menolak semua pasal-pasal dalam UU ITE yang bertentangan dengan HAM serta mengekang kebebasan informasi dan berekspresi.<br />
2. Mendesak pemerintah agar segera menghapus pasal-pasal dalam UU ITE yang tidak sesuai dengan semangat kebebasan informasi dan berekspresi.<br />
3. Mengajak semua anggota masyarakat untuk turut serta mendukung aksi-aksi menolak UU ITE dan peraturan lain yang mengekang kebebasan informasi dan berekspresi.<br />
*********************************************************<br />
» <a href="http://www.prayasa.com/referer.php?url=http://www.prayasa.com/pernyataan-sikap-BBC.pdf" target="_blank">selengkapnya bisa didonlot di sini</a></p>
<p>Dan barusan, bli Gendo juga ngirim email berisi:<br />
» <a title="presentasi Wayan “Gendo” Suardana" href="http://www.prayasa.com/referer.php?url=http://www.prayasa.com/presentasi-gendo.ppt" target="_blank">Presentasi Gendo Suardana</a><br />
» <a title="UU ITE" href="http://www.prayasa.com/referer.php?url=http://www.prayasa.com/UU_ITE.pdf" target="_blank">UU ITE</a></p>
<p>Kebetulan saya sempetin juga jepret2 suasananya, buat yg ngga keliatan… maaf yach.. hehehhe..:)<br />
» <a title="Bali Blogger Community" href="http://www.prayasa.com/nggallery/page-68/" target="_blank">bisa diintip di sini</a>.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bluebrainer.com/kopdar-bali-blogger-community-d%e2%80%99palensa-cafe/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lomba foto “The Amazing Indonesia” - Epson ProPhoto Contest 2008</title>
		<link>http://www.bluebrainer.com/lomba-foto-%e2%80%9cthe-amazing-indonesia%e2%80%9d-epson-prophoto-contest-2008/</link>
		<comments>http://www.bluebrainer.com/lomba-foto-%e2%80%9cthe-amazing-indonesia%e2%80%9d-epson-prophoto-contest-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 06:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<category><![CDATA[budaya bali]]></category>

		<category><![CDATA[lomba foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bluebrainer.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[
Buat yang punya banyak stock foto budaya Bali ato sering jalan2 buat motretin pemandangan.. yang satu ini jangan sampe dilewatkan. Epson bikin lomba foto yang hadiahnya sampai 72 juta. Batas akhir penyerahan karya 30 Mei 2008… ups! udah mefeettt… buruaaannnn 
&#62;&#62; info komplitnya bisa dilihat di sini

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p>Buat yang punya banyak stock <a title="budaya Bali" href="http://www.prayasa.com/gallery/budaya-bali" target="_blank">foto budaya Bali</a> ato sering jalan2 buat motretin <a title="pemandangan di Bali" href="http://www.prayasa.com/lokasi-foto-pre-wedding-di-bali" target="_blank">pemandangan</a>.. yang satu ini jangan sampe dilewatkan. Epson bikin lomba foto yang hadiahnya sampai <strong>72 juta</strong>. Batas akhir penyerahan karya <strong>30 Mei 2008</strong>… ups! udah mefeettt… buruaaannnn <img class="wp-smiley" src="http://www.prayasa.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /></p>
<p>&gt;&gt; <a title="lomba foto epson prophoto contest 2008" href="http://www.epson.co.id/images/Formulir%20EPPC2008-lowres1.pdf" target="_blank">info komplitnya bisa dilihat di sini</a></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bluebrainer.com/lomba-foto-%e2%80%9cthe-amazing-indonesia%e2%80%9d-epson-prophoto-contest-2008/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Situasi Kesehatan Reproduksi Dan Seksual Remaja Di Bali</title>
		<link>http://www.bluebrainer.com/situasi-kesehatan-reproduksi-dan-seksual-remaja-di-bali/</link>
		<comments>http://www.bluebrainer.com/situasi-kesehatan-reproduksi-dan-seksual-remaja-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 06:14:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<category><![CDATA[remaja bali]]></category>

		<category><![CDATA[seksual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bluebrainer.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Lebih dari seperempat masalah pacaran yang masuk ke konseling telepon lembaga KISARA PKBI Bali hasil pencatatan hingga Juli tahun 2005, berkaitan dengan aktivitas seksual remaja, dan terdapat kecenderungan mereka baru berkonsultasi setelah seksual aktif. Awal keterlibatan mereka dalam hubungan seksual pranikah sebagian disebutkan karena coba-coba dan tanpa direncanakan, karena terbawa suasana dan adanya dorongan seksual [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lebih dari seperempat masalah pacaran yang masuk ke konseling telepon lembaga KISARA PKBI Bali hasil pencatatan hingga Juli tahun 2005, berkaitan dengan aktivitas seksual remaja, dan terdapat kecenderungan mereka baru berkonsultasi setelah seksual aktif. Awal keterlibatan mereka dalam hubungan seksual pranikah sebagian disebutkan karena coba-coba dan tanpa direncanakan, karena terbawa suasana dan adanya dorongan seksual muncul karena ada pengaruh dari beberapa media pornografi yang pernah diakses.Dalam sebuah konseling tatap muka juga sempat terekam ada seorang remaja SMP kelas 2 yang sudah terpengaruh akan kebiasaan bermasturbasi yang terlalu berlebihan, awalnya kebiasaan ini pun karena coba-coba akibat ajakan dan pengaruh teman-teman sebayanya.</p>
<p>Itu adalah baru sebagian dari permasalan remaja yang berkaitan dengan aktivitas seksual. Belum lagi kasus-kasus kekerasan seksual, kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja, aborsi remaja, pernikahan usia muda dan sejenisnya, yang nampaknya masih belum banyak diangkat secara mendalam, baru dibahas permukaannya saja, sehingga seolah-olah problem ini dianggap kasus yang semakin biasa terdengar dan tidak begitu penting untuk dikaji lebih jauh.</p>
<p>Menurut WHO batasan usia remaja adalah 12 sampai 24 tahun. Sementara menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional/ BKKBN (Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak Reproduksi) batasan usia remaja adalah 10 sampai 21 tahun. Dalam pendampingan oleh KISARA PKBI Bali, usia 10 sampai dengan 24 tahun adalah sasaran utama program komunikasi, informasi dan edukasi tentang kesehatan reproduksi, seksual, termasuk hak reproduksi, HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba.</p>
<p>Arus informasi melalui media masa baik berupa majalah, surat kabar, tabloid maupun media elektronik seperti radio, televisi, dan komputer, mempercepat terjadinya perubahan. Meskipun arus informasi ini menunjang berbagai sektor pembangunan, namun arus informasi ini juga melemahkan sistem sosial ekonomi yang menunjang masyarakat Indonesia. Remaja merupakan salah satu kelompok penduduk yang mudah terpengaruh oleh arus informasi baik yang negatif maupun yang positif. Perbaikan status wanita, yang terjadi lebih cepat sebagai akibat dari transisi demografi dan program keluarga berencana telah mengakibatkan meningkatnya umur kawin pertama dan bertambah besarnya proporsi remaja yang belum kawin. Hal ini adalah akibat dari makin banyaknya remaja baik laki-laki maupun perempuan yang meneruskan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dan makin banyaknya remaja yang berpartisipasi dalam pasar kerja. Panjangnya waktu dalam status lajang maupun kesempatan mempunyai penghasilan mempengaruhi remaja untuk berperilaku berisiko antara lain menjalin hubungan seksual pranikahl, minuman keras, narkoba yang dapat mengakibatkan kehamilan tidak diinginkan dan risiko reproduksi lainnya, juga tertular infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS.</p>
<p><strong>BEBERAPA KAJIAN</strong></p>
<p>Beberapa hal yang perlu disebutkan dalam kajian di sini antara lain adalah yang pertama, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) pada pertemuan “Gawe Bareng Remaja” April 2005 di Yogyakarta menyebutkan bahwa masalah remaja Indonesia pada intinya hampir sama, yaitu: minimnya pengetahuan tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi karena terbatasnya akses informasi dan advokasi remaja, tidak adanya akses pelayanan yang ramah remaja, belum adanya kurikulum Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) di sekolah, masih terbatasnya institusi di pemerintah yang menangani remaja secatra khusus dan belum ada undang-undang yang mengakomodir hak-hak remaja.</p>
<p>Departemen Pendidikan Nasional dalam pertemuan dan Lokakarya Nasional Kehamilan Tidak Diinginkan di akhir Nopember 2005 lalu menyebutkan bahwa pada intinya mereka menyetujui bahwa KRR itu penting dan sudah diupayakan diberikan secara umum melalui mata pelajaran Penjaskes, IPA dan Agama, tetapi secara khusus masih dalam kuantitas yang sangat sedikit (2 jam) di Penjaskes SMA bila dilihat dari kurikulum nasional 1994. Dan disimpulkan pula bahwa sesungguhnya pendidikan KRR di sekolah masih belum berjalan. Hal ini dikarenakan ketidaksiapan tenaga pendidik, terbatasnya bahan ajar bagi guru, masih dianggap tabu dan banyaknya hambatan kultural. Sehingga perlu sekali terobosan yang dilakukan baik lewat jalur kurikuler, ekstrakurikuler maupun kegiatan khusus bekerjasama dengan lembaga lain. Lewat jalur kurikuler sudah ada pengembangan dengan diupayakan lewat kurikulum 2004 yang memasukkan materi “Sistem Reproduksi Manusia” pada mata pelajaran Biologi di kelas II SMA.</p>
<p>Dalam Simposium Nasional Pentingnya Pendidikan Seks buat Remaja, tahun 2002 yang lalu disebutkan juga bahwa tantangan dalam pelaksanaan program-program KRR di Indonesia, antara lain : tidak adanya aturan hukum yang mendukung.Undang-Undang Kependudukan No.10 tahun 1992 masih menyebutkan melarang pemberian informasi seksual dan pelayanan bagi orang yang belum menikah, meningkatnya angka kejadian seks pranikah, faktor-faktor demografi berupa : meningkatnya usia perkawinan, migrasi desa ke kota yang sangat cepat, perubahan sosial yang terjadi sebagai akibat dari : 1) break down in social and family support systems, 2) rising school enrolment at high school and university leads to separation of young people from family, 3) rising exposure to mass-media, girl/boy relationships, access to illicit materials, 4) increasing number of adolescent girls enter into sex industry for economic reasons</p>
<p>BKKBN Propinsi Bali, dalam koordinasinya di tahun 2004 menyampaikan bahwa permasalahan KRR adalah sangat penting karena: jumlah remaja yang sangat besar dan remaja adalah aset masa depan, tetapi remaja justru berada dalam periode transisi yang penuh gejolak. Beberapa tantangan yang dihadapi di Bali adalah minimnya sarana dan prasarana, kurangnya melibatkan remaja dalam perencanaan program BKKBN dan sikap stakeholders yang masih belum kondisif, misalnya dalam diskusi tentang pendidikan KRR di sekolah maupun wacana penggunaan kondom dalam kampanye seks yang aman.</p>
<p>Dalam hal penanganan HIV/AIDS yang juga tidak bisa lepas dari isu KRR, Komisi Penanggulangan AIDS daerah Bali dalam jumpa pers dalam rangka Hari AIDS Sedunia 2005 kemarin menyebutkan bahwa respon yang diberikan terhadap perkembangan kasus HIV/AIDS itu begitu lamban. Karena sebagian masyarakat kita termasuk beberapa pejabat pimpinan daerah masih menganggap HIV/AIDS belum merupakan ancaman serius. Yang kedua adalah karena masih adanya pandangan yang keliru yaitu berupa stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Semua ini bersumber dari kekurang pahaman mengenai sifat penyebaran penyakit tersebut. Upaya pencegahan dan penanggulangan yang masih diwarnai stigma dan diskriminasi akan menjadi melenceng. Bahkan cenderung melanggar HAM, merusak citra serta merugikan dan akhirnya menghambat upaya-upaya berikutnya.</p>
<p>Masyarakat Bali yang didalam darahnya mengandung virus HIV kini diperkirakan sekitar 3000 orang (estimasi 2003) atau 4000 orang (estimasi 207). Mereka terutama tertular dari hubungan seks beresiko dan penggunaan jarum suntik narkoba bergantian. Mereka tersebar di seluruh Bali, meskipun masih terkonsentrasi di kota Denpasar, kabupaten Badung dan kabupaten Buleleng. Jika kita tidak berbuat apa-apa maka menurut ahli ilmu kesehatan masyarakat Prof. Dr.dr Dewa Wirawan, MPH peristiwa yang akan dialami Bali kira-kira akan sesuai dengan skenario berikut: sekitar 50% dari mereka yang saat ini HIV positif dalam kurun waktu 5 tahun akan memasuki fase AIDS. Kemungkinan sekali separuh dari pengidap AIDS itu yaitu sekitar 750 orang akan membutuhkan perawatan. Tempat tidur yang dimiliki oleh RSUP Sanglah yang merupakan pusat pelayan kesehatan rujukan saja ada sekitar 800an. Bisa jadi sebagian besarnya akan dihuni oleh pengidap AIDS. Belum lagi disusul gelombang penderita baru yang semakin banyak. Kebutuhan akan dokter, perawat, obat, alat dan sebagainya akan juga meningkat. Bahwa di Bali akan berlangsung “ngaben” massal bisa mendekati kenyataan.</p>
<p><strong>SEKILAS DATA</strong></p>
<p>Survei Kesehatan Remaja Indonesia (SKRRI) 2002-2003 yang dilakukan oleh BPS menyebutkan laki-laki berusia 20-24 tahun belum menikah yang memiliki teman pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 57,5 persen dan yang berusia 15-19 tahun sebanyak 43,8 persen. Sedangkan perempuan berusia 20-24 tahun belum menikah yang memiliki teman pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 63 persen. Perempuan berusia 15-19 tahun belum menikah yang memiliki teman pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 42,3 persen. Hasil SKRRI 2002-03 menunjukkan bahwa hubungan seksual sebelum menikah umumnya masih ditolak. Namun dalam kondisi tertentu penduduk usia 15-24 tahun belum menikah memberikan toleransi yang cukup besar bagi seseorang melakukan seks pra nikah, terutama jika telah merencanakan untuk menikah. Sekitar 29,6 persen diantara laki-laki berusia 15-24 tahun belum menikah yang setuju dengan seks pra nikah menyatakan bahwa perilaku tersebut boleh dilakukan jika pasangan tersebut akan menikah dan 26,5 persen menyatakan bahwa perilaku tersebut boleh dilakukan jika pasangan tersebut saling mencintai.</p>
<p>Litdikkespro Bali pada tahun 2003 menemukan 28,6% istri dari pasangan usia subur telah hamil sebelum perkawinan. Kemudian Depkes RI pada tahun 1995/1996 melakukan survey yang menyebutkan bahwa kehamilan remaja berusia 13-19 tahun di Bali sebanyak 5%.</p>
<p>Dari bulan Agustus 2002 hingga Agustus 2003 KISARA PKBI Bali melakukan sebuah survey mengenai sikap dan prilaku pacaran dan aktivitas seksual pada siswa SMP kelas 3 hingga SMA kelas 1 (di bawah 17 tahun) di sekolah di daerah Denpasar, Badung,Tabanan dan Gianyar. Tercatat bahwa yang pernah pacaran adalah sejumlah 526 atau 23,75% dari total 2215 responden. Tidak satupun (0%) yang menyatakan bahwa hubungan seksual sebelum menikah itu boleh. Hal yang sama ditemukan pada pertanyaan apakah aktivitas petting, anal seks, oral seks diperbolehkan selama belum menikah. Yang diperbolehkan menurut responden adalah masturbasi, disebutkan oleh 44,15% responden, ciuman bibir (21,58%), cium kening/pipi (55,85). Tetapi ketika ditanyakan dengan aktivitas mana yang sudah mereka lakukan (dihitung dari yang sudah pernah pacaran), ditemukan data bahwa 2,28% sudah melakukan hubungan seksual, dan 0,57% sudah melakukan salah satu dari petting, anal seks, oral seks. Ciuman bibir sudah dilakukan oleh 13,12% responden yang sudah pernah pacaran, ciuman kening/pipi (26,24%), masturbasi dilakukan oleh 51,63% laki-laki, pada perempuan 3,32%.</p>
<p>WHO memperkirakan 10-50% kematian ibu disebabkan oleh aborsi tergantung kondisi masing-masing negara. Diperkirakan di seluruh dunia setiap tahun dilakukan 20 juta aborsi tidak aman, 70.000 wanita meninggal akibat aborsi tidak aman dan 1 dari 8 kematian ibu disebabkan oleh aborsi tidak aman. Di wilayah Asia tenggara, WHO memperkirakan 4,2 juta aborsi dilakukan setiap tahunnya, di antaranya 750.000 sampai 1,5 juta terjadi di Indonesia. Perkiraan jumlah aborsi di Indonesia setiap tahunnya cukup beragam. Hull, Sarwono dan Widyantoro (1993) memperkirakan antara 750.000 hingga 1.000.000 atau 18 aborsi per 100 kehamilan. Sedangkan sebuah studi terbaru yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia memperkirakan angka kejadian aborsi di Indonesia per tahunnya sebesar 2 juta (Utomo dkk 2001). Aborsi yang tidak aman saat ini di Indonesia berkontribusi terhadap 30-50% Angka Kematian Ibu (AKI). Ini merupakan yang tertinggi di ASEAN.</p>
<p>Hasil studi PKBI sejak tahun 2000-2003 dari 37.000 kasus KTD, ternyata 27% di antaranya belum menikah, termasuk 12,5% di natranya masih berstatus pelajar atau mahasiswa. Studi ini melibatkan 9 kota, salah satunya Denpasar. Kemudian juga studi kualitatif PKBI selama tahun 2005 lalu menyebutkan bahwa persentase KTD remaja tertinggi ada di Denpasar, Mataram dan Yogyakarta.</p>
<p>SKRRI 2002-03 mencatat bahwa 8 dari 10 penduduk berusia 15-24 tahun yang belum menikah pernah mendengar HIV/AIDS namun hanya 3 dari 10 penduduk berusia 15-24 tahun yang belum menikah yang mengetahui secara spesifik satu cara untuk menghindari atau mencegah penularan infeksi ini.</p>
<p>Dalam kurun waktu yang hampir sama dari bulan Nopember 2002 – Nopember 2003, KISARA PKBI Bali juga melakukan sebuah survey di kalangan siswa SMA di Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan yang menyebutkan walaupun 66,82% dari responden bisa menyebutkan pengertian AIDS dengan benar, dan 75,95% juga benar menyebutkan penyebab AIDS, namun hanya 38,98% yang mengerti dengan baik cara penularannya. Bahkan hanya 24,32% yang bisa menyebutkan benar bahan di tubuh penderita yang bisa menularkan virus penyebab AIDS. Di samping itu juga hanya 44,77% yang bisa menjawab dengan benar apa saja cara pencegahan HIV/AIDS.</p>
<p>Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan RI, melaporkan bahwa sampai dengan Juni 2005 secara komulatif jumlah pengidap infeksi HIV secara nasional sudah mencapai 3.740 orang dan kasus AIDS mencapai 3.358 orang. Kasus AIDS terbanyak dilaporkan dari DKI Jakarta, Papua, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Riau. Rerata komulatif kasus AIDS Nasional berdasar laporan Departemen Kesehatan RI, sampai Juni 2005 sudah mencapai 1,67 jiwa per 100.000 penduduk.</p>
<p>Rerata komulatif kasus AIDS untuk Provinsi Bali pada laporan yang sama berada pada urutan tiga besar yaitu mencapai 2,97 kali angka nasional, setelah Papua (15,36 kali angka naional) dan DKI Jakarta (11,59 kali angka nasional). Adapun cara penularan kasus AIDS dalam skala nasional 47,2 persen melalui IDU (Injecting Drug User/Pengguna Narkoba Suntik), melalui Heteroseksual (36,4 persen) dan melalui Homoseksual (5,8 persen). Proporsi komulatif kasus AIDS tertinggi ada pada kelompok umur 20-29 tahun (53,9 persen) disusul kelompok umur 30-39 tahun (25,6 persen) dan kelompok umur 40-49 tahun (8,5 persen). Permasalahan HIV/AIDS dewasa ini menjadi semakin penting mendapat perhatian semua pihak, karena sudah merupakan ancaman serius umat manusia di dunia. Khusus untuk kondisi Provinsi Bali, berdasar pada beberapa hasil survei, sekitar 1 persen penduduk laki-laki rentan di pedesaan maupun di perkotaan sudah terinveksi HIV. Sekitar 10 persen wanita penjaja seks (WPS) dan 50 sampai 70 persen pemakai narkoba suntik (IDU) di Bali sudah terinfeksi HIV. Jumlah penduduk di Bali yang saat ini diperkirakan telah dan atau sedang terinfeksi HIV mencapai 3.000 orang, dari jumlah itu, 1.900 orang laki-laki maupun perempuan diperkirakan terinfeksi melalui penularan hubungan seksual dan 1.100 orang terinfeksi melalui pertukaran jarum suntik pemakai narkoba. Dilaporkan pula, bayi dan anak-anak juga telah dijumpai tertular HIV dari ibu yang positive HIV. Sejak 1994, kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang sudah dilaksanakan di Provinsi Bali lebih difokuskan pada kelompok penduduk perilaku risiko tinggi, seksual maupun IDU atau kelompok penduduk High Risk Community agar tidak terinfeksi HIV (HIV+ Poeple). Perkembangan kasus HIV/AIDS yang semakin pesat, semakin membuka pemahaman pihak-pihak terkait berupaya melakukan pencegahan dan penanggulangan secara menyeluruh dan sistematis di masyarakat.</p>
<p><strong>REGULASI DAN KOMITMEN</strong></p>
<p>Sedikit sekali munculnya perubahan regulasi maupun perkembangan yang berarti dari undang-undang maupun aturan di daerah yang pro remaja. Padahal berbagai kebijakan kesehatan reproduksi remaja di Indonesia sebenarnya mulai mengacu pada kesepakatan ICPD di Kairo, yang diselenggarakan sudah sebelas tahun yang lalu yaitu tahun 1994, di sebuah konferensi kependudukan yang melahirkan sebuah komitmen tentang pemberdayaan remaja dan pemenuhan hak-hak remaja dan hak-hak reproduksi. Salah satunya adalah tentang upaya pemberian informasi, konseling dan pelayanan kesehatan reproduksi yang seluas-luasnya.</p>
<p>Akhirnya upaya yang paling strategis sebagai langkah awal mungkin adalah lewat berbagai deklarasi dan komitmen-komitmen yang tentunya kekuatan hukumnya masih sangat lemah. Di Bali, tahun 2004 yang lalu, berbagai elemen lembaga peduli permasalahan kesehatan reproduksi remaja berkumpul dalam acara “Ajang Ngumpul Remaja” yang menyepakati bersama dalam sebuah deklarasi berjudul “Suara Remaja” yang berupa deklarasi sebagi berikut: Kami remaja Indonesia, Kami mendesak pemerintah, legislatif, masyarakat termasuk orang tua, dan sektor swasta untuk: 1) Menyediakan akses, informasi, pelayanan, pendidikan, dan perlindungan bagi kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual remaja di sekolah maupun luar sekolah dengan mengedepankan prinsip yang bersahabat dengan remaja (komunikatif, profesional, mudah dijangkau, dan menghormati hak-hak remaja). 2) Melibatkan remaja secara aktif untuk berpartisipasi dalam penyusunan, implementasi serta monitaring dan evaluasi program dan kebijakan kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual remaja. 3) Melibatkan remaja secara aktif dalam proses pembahasan RUU Kependudukan tahun 2004 terutama pada pasal-pasal yang berkaitan dengan remaja. 4) Mengimplementasikan dan mensosialisasikan program dan kebijakan kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual remaja secara sinergis dalam dan antar instansi, masyarakat, dan mass media. 5) Mengalokasikan sumber pendanaan dan sumber daya lainnya secara proporsional untuk penyediaan informasi, pelayanan, pendidikan dan perlindungan remaja atas risiko dan dampak kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual remaja. 6) Memfasilitasi pembentukan Komisi Nasional Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Seksual Remaja yang independen yang berperan sebagai lembaga konsultatif, koordinatif serta monitoring program dan kebijakan yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual remaja.</p>
<p>Mengenai pendidikan kesehatan reproduksi, di Bali ada perkembangan cukup menggembirakan dengan dimotori oleh Departemen Pendidikan Kota Denpasar bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Bali, malah sudah selangkah lebih maju dengan telah menerapkan muatan silabus kurikulum HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi yang secara tekstual menginsersi materi ini ke dalam kurikulum sekolah dan telah melatih guru-guru pengajarnya mulai kelas 1 SMP hingga kelas 2 SMA. Yang dipakai sebagai bidang studi yang terintegrasi adalah satu pelajaran saja agar bisa lebih mudah diukur dan dievaluasi secara kognitif dan afektifnya. Dalam tingkat SMP dipilih pelajaran IPA, sedangkan di tingkat SMA kelas 1 di Biologi, di kelas 2 adalah Biologi untuk yang memilih jurusan IPA dan Sosiologi untuk yang jurusan IPS. Hal ini sudah dimulai pada tahun ajaran ini. Untuk meningkatkan tingkat psikomotor siswa, telah dilakukan upaya pembentukan dan revitalisasi Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) sebagai sebuah kelompok ekstrakurikuler.</p>
<p>Akses kepada alat kontrasepsi juga masih sangat terbatas. Beberapa macam model kampanye telah dilakukan oleh berbagai lembaga, baik LSM maupun juga pihak swasta untuk mensosialisasikan penggunaan kondom. Termasuk sempat menyediakan mesin ATM kondom kerjasama BKKBN propinsi Bali dengan PKBI daerah Bali. Tetapi angka penggunaan kondom masih rendah, yaitu sekitar 20-30%.</p>
<p>Di dunia terdapat sekitar 40 juta ODHA, dan setiap harinya 14.000 orang terinfeksi HIV. Dalam setiap enam detik terdapat penambahan satu kasus baru. Sehingga penghapusan pelacuran dan narkoba yang memerlukan usaha dan waktu yang sangat lama, sulit menjamin penghapusan HIV/AIDS dari muka bumi. Oleh karena itu gelombang tsunami epidemi HIV harus dicegah terlebih dahulu.</p>
<p>Memahami keadaan ini dan mengacu kepada Komitmen Sentani maka pada tanggal 7 Mei 2004, jajaran pimpinan daerah di Bali, menandatangani Komitmen Sanur. Komitmen Sanur mengandung delapan butir kegiatan yang harus dilaksanakan: 1) meningkatkan penggunaan kondom pada setiap aktivitas seksual beresiko dengan target 60% pada akhir tahun 2005 dan menjadi 80% akhir 2007; 2) meningkatkan jangkauan dan cakupan kegiatan pengurangan dampak buruk pada semua penggunaan narkoba suntik termasuk di Lapas dengan target 75% pada akhir tahun 2005; 3) meningkatkan pelayanan dan dukungan yang komprehensif termasuk pemberian ARV pada setiap ODHA sekurang-kurangnya 200 orang pada akhir 2005 dan 500 orang pada akhir 2007; 4) mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA; 5) memperkuat dan memberdayakan peran dan fungsi KPAD Propinsi/Kabupaten/Kota di Bali; 6) mengupayakan dukungan peraturan perundangan dan penganggaran untuk pelaksanaan penangulangan HIV/.AIDS; 7) meningkatkan kampanye penanggulangan HIV/AIDS dengan melaksanakan pendidikan perubahan perilaku melalui semua jalur; <img src='http://www.bluebrainer.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> menggalang keterlibatan semua komponen masyarakat baik pemerintah, lembaga non-pemerintah, kelompok maupun perorangan.</p>
<p>Saat ini di Bali telah memiliki Peraturan Daerah No.3 Tahun 2006, sebuah Perda Penanggulangan HIV/AIDS di Bali.</p>
<p><strong>PROGRAM DAN RESPON DARI PEMERINTAH DAN LSM</strong></p>
<p>Strategi program yang bisa dikembangkan dalam program KRR adalah beberapa hal berupa: mengembangkan seluas-luasnya pusat informasi dan pelayanan remaja yang ramah remaja, mengembangkan media informasi dan pendidikan, mengintegrasikan program remaja ke dalam program pencegahan HIV/AIDS dan IMS, memperkuat jaringan dan sistem rujukan ke pusat pelayanan kesehatan yang relevan, memperkuat pelayanan dan informasi bagi remaja termasuk meningkatkan perlindungan bagi remaja putri dan anak-anak untuk menghindari segala upaya eksploitasi dan kekerasan anak dan remaja. Juga melaksanakan penelitian atau riset tentang KRR dan kebijakan hak-hak reproduksi remaja, melatih orang tua dan guru tentang KRR dan hak-hak reproduksi remaja, meningkatkan kapasitas staf dan relawan youth center untuk memberikan pelayanan ramah remaja dan mengembangkan advokasi dengan isu pemenuhan hak-hak reproduksi remaja.</p>
<p>Dari pihak pemerintah, yang mendapatkan porsi cukup besar menyelenggarakan program KRR ini adalah BKKBN dan Biro BKPP setda Bali, serta beberapa dinas terkait juga ada mengambil beberapa program yang juga menyasar permasalahan kesehatan reproduksi, misalnya Dinas Pendidikan &amp; Kebudayaan dan Dinas Kesehatan. BKKBN menggunakan strategi pelaksanaan program berupa kemitraan yang sejajar dengan lembaga swadaya masyarakat dan organisasi kemanusiaan lainnya BKKBN saat ini mengembangkan empat pendekatan: institusi keluarga, kelompok remaja sebaya, institusi sekolah, dan tempat kerja Kebijakan yang dilaksanakan ke depan adalah peningkatan promosi KRR, peningkatan advokasi KRR, pengembangan KIE, peningkatan konseling KRR, peningkatan dukungan pelayanan bagi remaja dengan masalah khusus, peningkatan dukungan bagi kegiatan remaja yang positif. Melaui strategi: kemitraan dan pemberdayaan remaja Dengan beberapa pencapaian BKKBN propinsi Bali berupa kemitraan dengan LSM dalam bentuk PIK-KRR, pembinaan kelompok keluarga peduli remaja, bermitra dalam pembinaan kelompok remaja, pelatihan remaja dan orang tua sebagai fasilitator program KRR.</p>
<p>Departemen Pendidikan Kota Denpasar sudah menerapkan muatan silabus kurikulum HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi di sekolah. Juga telah melakukan pembentukan dan revitalisasi Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) sebagai sebuah kelompok ekstrakurikuler termasuk pembentukan forum guru pembinanya.</p>
<p>Secara sekilas juga bisa disampaikan bahwa untuk wilayah Propinsi Bali, upaya sosialisasi kegiatan kesehatan reproduksi masih dimotori oleh LSM PKBI Daerah Bali, dengan tulang punggungnya adalah KISARA untuk program KRR nya sejak tahun 1994. KISARA PKBI Bali juga berkontribusi dalam memposisikan salah satu relawannya sebagai salah satu anggota dari 20 anggota Indonesia Youth Partnership (IYP), yang merupakan relawan remaja yang diposisikan sebagai advokat remaja. Yang agendanya adalah membahas isu KRR local ke level nasional dan membahasnya bersama dengan pihak legislative langsung (DPR).</p>
<p>Beberapa jaringan kerjasama antar lembaga juga dikembangkan di Bali antar LSM yang sama-sama bergerak di bidang kesehatan reproduksi, seksualitas, AIDS dan narkoba. Di samping PKBI dan KISARA juga ada Yayasan Sehati dan Yayasan Rama Sesana yang berkonsentrasi di pendampingan kesehatan reproduksi perempuan, Yayasan Kerti Praja dan Yayasan Citra Usadha di pendampingan pencegahan IMS dan HIV/AIDS pada kalangan berisiko tinggi, Baliplus di pemberian dukungan terhadap ODHA. Kemudian ada Yakeba, Yayasan hati-hati dan Matahati yang bergerak di pendampingan pecandu narkoba dan harm reduction (upaya mengurangi dampak buruk penggunaan narkoba suntik), Yakita dan Yayasan Bali Nurani di bidang rehabilitasi pecandu narkoba, Kelompok Tunjung Putih yang melakukan pembinaan terhadap ODHA perempuan dan juga beberapa lembaga pendampingan terhadap kasus pelecehan dan kekerasan perempuan seperti Bali Sruti dan LBH Bali. Dari sektor swasta juga telah terbentuk sebuah komunitas peduli HIV/AIDS dan beasiswa kepada anak ODHA yang bernama Bali Community Cares (BCC), yang saat ini tengah memproduksi film HIV/AIDS remaja bersama KISARA berjudul “3 Ruang” yang akan menjadi salah satu media utama kampanye HIV/AIDS di Bali tahun 2006.</p>
<p><strong>LIFE SKILL</strong></p>
<p>BKKBN menyebutkan tantangan mereka adalah kurangnya upaya pelibatan dan pemberdayaan remaja sejak dari mulainya perencanaan program, dan beberapa kegiatan yang sifatnya meningkatkan kemampuan psikomotor juga dari instatnsi pemerintah secara umum di materi kesehatan reproduksi masih sangat kurang.</p>
<p>Pendekatan yang sudah berjalan cukup lama justru dilakukan oleh beberapa LSM dengan mengikutsertakan remaja dan siswa sekolah dalam kegiatannya. Sejak tahun 1994 KISARA PKBI Bali melakukan pemberdayaan di bidang kesehatan reproduksi dan pengembangan life skill dengan merekrut langsung remaja sebagai relawan remaja, yang selanjutnya diberdayakan lewat berbagai pelatihan remaja. Atau juga dengan mengundang remaja sekolah ikut dalam beberapa pelatihan tersebut. Sejak dua tahun belakangan ini juga UNICEF ikut memberdayakan remaja lewat program Muda Berdaya yang dijalani oleh Yakita, tetapi masih terbatas di pendampingan akan bahaya narkoba. BKKBN propinsi Bali juga mulai tahun ini mengembangkan pendidik sebaya berlabel PIK-KRR di masing-masing kabupaten yang ada di Bali yang muatan juga di samping pemberdayaan pendidik sebaya, juga ada muatan pemberian life skill di dalamnya.</p>
<p>Yang cukup menarik adalah revitalisasi KSPAN oleh Dinas Pendidikan Kota Denpasar bekerjasama dengan KPA propinsi Bali. KSPAN awalnya dibentuk di masing-masing sekolah di tingkat SMP dan SMA di Denpasar, sebagai sebuah kelompok ekstrakurikuler. KSPAN diharapkan sebagai jembatan untuk upaya penyeimbang materi HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi yang telah diberikan dalam kurikulum terintegrasi yang sifatnya meningkatkan kognitif dan afektif saja, sedangkan KSPAN adalah upaya menmingkatkan kemampuan psikomotornya, dan materi-materi life skill akan banyak diinsersi di kelompok ini. Saat ini di Denpasar sudah terbentuk Forum Guru Pembina KSPA tingkat SMP dan SMA. Revitalisasi KSPAN ini sekarang sudah dilakukan di seluruh kabupaten di Bali.</p>
<p><strong>PROGRAM DAKU!</strong></p>
<p>Salah satu bentuk upaya melakukan sosialisasi dan pemberdayaan remaja sekolah dalam hal penyadaran hak-hak reproduksi dan seksualitasnya adalah lewat program edukasi berbasiskan teknologi informatika dalam kemasan CD-ROM dengan program flash, bernama DAKU! (Dunia Remajaku, Seru!). Program ini disupport sepenuhnya oleh World Population Foundation (WPF). Modul DAKU! merupakan panduan bagi remaja dalam proses mengembangkan citra diri yang realistis, rasa percaya diri, menerima perubahan saat pubertas, memahami peranan jender untuk menjadi lebih mandiri, membina hubungan, memiliki keputusan mengenai aktivitas kegiatan seksual, dan kemampuan bernegosiasi untuk tidak melakukan hubungan seksual atau berperilaku yang aman. Modul ini memandu remaja dan mendukung usaha untuk mencegah terjadinya Kehamilan Tidak Dikehendaki (KTD) dan Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV/AIDS. Pelajaran terakhir pada modul adalah membahas masalah kesehatan reproduksi dan seksual serta dampaknya; misalnya membantu remaja menghadapinya dan mencari dukungan untuk masalah kesehatan reproduksi/seksual; memahami, menghindari dan menangani pelecehan dan kekerasan seksual. DAKU! sangat tepat dan cocok untuk dilaksanakan di Bali, khususnya di Denpasar. Program ini diadaptasi dari program World Starts With Me (WSWM) yang dimulai di Uganda, bersama yayasan Pelita Ilmu (YPI), program WSWM ini diadaptasi menjadi DAKU! di Indonesia.</p>
<p>Di Bali, sekolah yang telah bisa bekerjasama untuk melaksanakan program DAKU! ini adalah SMA 4 Denpasar, SMA 2 Denpasar dan SMA 3 Denpasar. Dengan pertimbangan secara teknis mereka juga sudah lebih siap dibanding sekolah lainnya. Ketiga sekolah ini sudah menyeleksi dan merekomendasikan 3 orang gurunya untuk bisa terlibat di program DAKU! ini dan telah bersedia bekerja sama dalam pelaksanaan DAKU! sebagai guru-guru yang bisa mengajarkan permasalahan kesehatan reproduksi dan seksualitas kepada siswanya. Untuk tahun ajaran baru ini ada 6 sekolah baru yang bergabung ikut menyelenggarakan program DAKU! yaitu SMA 1 Denpasar, SMA 5 Denpasar, SMA Saraswati, SMA Kertha Wisata, SMKTI Global dan Sekolah Dyatmika. Bahkan Sekolah Dyatmika sepakat menjalankan program ini sebagai program intrakurikuler penuh.</p>
<p><strong>LAINNYA</strong></p>
<p>Dalam waktu dekat juga akan dimunculkan kegiatan pendukung untuk bisa menampung aktivitas remaja, memberikan akses informasi dan pelayanan kepada permasalahan remaja yang akan didukung oleh Ford Foundation dalam bentuk wadah Integrated Youth Center (Rumah Remaja), yang konsepnya segera dicobakan lewat KISARA PKBI Bali.</p>
<p>Oleh: Oka Negara (http://okanegara.wordpress.com)<br />
Sumber: http://remajabali.wordpress.com.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bluebrainer.com/situasi-kesehatan-reproduksi-dan-seksual-remaja-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kerang Bakar ala Warung Subak</title>
		<link>http://www.bluebrainer.com/kerang-bakar-ala-warung-subak-2/</link>
		<comments>http://www.bluebrainer.com/kerang-bakar-ala-warung-subak-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 06:05:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[bali kuliner]]></category>

		<category><![CDATA[kerang bakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bluebrainer.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[
(Dua minggu yang lalu) Rencana untuk maen-maen ke Tegallalang akhirnya terpaksa GaToT alias gagal total karena hujan mengguyur saat perjalanan baru saya mulai dari perempatan Gatsu - Ubung. Padahal waktu itu cuaca tidak begitu mendung, tapi memang aneh cuaca bulan-bulan ini. Kadang-kadang puanaasss… eh taunya besoknya ujan.
Jadi impian akan menikmati sepiring nasi campur plus es [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p>(Dua minggu yang lalu) Rencana untuk maen-maen ke <a title="pre wedding di Tegallalang" href="http://www.prayasa.com/tegallalang">Tegallalang </a>akhirnya terpaksa GaToT alias gagal total karena hujan mengguyur saat perjalanan baru saya mulai dari perempatan Gatsu - Ubung. Padahal waktu itu cuaca tidak begitu mendung, tapi memang aneh cuaca bulan-bulan ini. Kadang-kadang puanaasss… eh taunya besoknya ujan.</p>
<p>Jadi impian akan menikmati sepiring nasi campur plus es teh.. trus lanjut sbentarnya dengan secangkir kopi berteman “ademnya” Tegallalang jadi sirna begitu saja. Pas ngelewatin perempatan Ubung menuju perempatan A Yani, akhirnya muncul ide buat simpang ke Warung Subak. Tempat yang udah lama ngga saya dan istri datengin. Tempat yang biasa kita datengin klo kangen sama rasa kerang bakar… nyam.. nyam..</p>
<p align="center"><a title="warung subak " href="http://www.prayasa.com/warung-subak/" target="_blank"><img src="http://www.prayasa.com/images/foto/blog/subak/02.jpg" border="0" alt="kerang bakar" width="400" height="285" /></a><br />
( <a title="warung subak " href="http://www.prayasa.com/warung-subak/" target="_blank">liat foto selengkapnya..</a> )</p>
<p align="left">Sbenernya kerang yang paling muantep yang pernah kami nikmatin adalah kerangnya Warung Menega di pantai Muaya - Jimbaran. Tapi karena sering banget kasusnya.. <a title="tiger khusus bule" href="http://www.prayasa.com/tiger-khusus-bule/">bule/wisman yang utama</a>.. lokal belakangan, jadi saya sama istri sering dicuekin. Pernah waktu Ultah istri, saya, istri dan <a href="http://www.tonnytrisnawan.com/" target="_blank">Tonny</a> makan di sana. Udah sejam nunggu kerangnya (yang udah kita pilih di depan) ternyata ngga kunjung dateng. Tangan yang penuh sambal pun udah kering.. dan ujung2nya dateng pelayan “Maaf, Mas.. kerangnya habis” Untung temen saya yang terkenal agak emosian itu hanya menghela nafas dan menahan emosinya… hiks!</p>
<p>Dan setelah icip-icip masakannya Warung Subak, saya jadi kapah (baca=jarang) ke Jimbaran, Makanan di Warung Subak sudah dipaket-paketkan agar lebih mudah memilih dan cenderung murah tentunya. Pilihan saya selalu jatuh pada paket Q (sate cumi, kerang dan plecing kangkung). Harga yang dibayarpun tidak begitu mahal, paket-paket yang disediakan harganya<br />
berkisar 15.000 - 60.000 untuk satu orang. Ada juga paket untuk rame-rame.</p>
<p>Dari rasa sepertinya ngga jauh beda sama Warung Menega. Cuman pemandangannya kurang. Jadi kita datang ke sini adalah untuk makan… hehehhe. Kapasitas ruangannya lumayan luas, sangat dianjurkan buat ngadain pertemuan/meeting or ngadain ulang tahun di sini.</p>
<p>Oh yach.. lokasi Warung Subak ini di Jalan Antasura. Gampangnya, cari dulu Jalan A. Yani.. ke utara ke arah peguyangan, perempatan pertama ke kanan sekitar 200m. Lokasinya gampang dicari kok. Dan biasanya walaupun bukan hari libur, biasanya parkirannya penuh. Apalagi hari Minggu seperti kemaren, walaupun hujan lebat. Pengunjungnya pun ramai.</p>
<p>Ini sedikit jepret2 dengan kamera pocket saya semoga bisa menggambarkan kenikmatannya..</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bluebrainer.com/kerang-bakar-ala-warung-subak-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pacaran Sehat Biar Aman</title>
		<link>http://www.bluebrainer.com/pacaran-sehat-biar-aman/</link>
		<comments>http://www.bluebrainer.com/pacaran-sehat-biar-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 05:56:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[aids]]></category>

		<category><![CDATA[pacaran]]></category>

		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<category><![CDATA[seksual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bluebrainer.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Remaja mengalami perubahan fisik dan psikis pada masa-masa yang dilaluinya, dimana remaja ingin mencoba karena terdorong rasa ingin tahu mereka yang tinggi, celakanya remaja ketika ingin mencoba hal baru tanpa dibekali suatu informasi yang oke, atau mereka hanya mengerti setengah-setengah mereka akan terjebak oleh apa yang mereka putuskan sendiri. Dimana pada saat ini remaja belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="border: 0pt none; float: left;" src="http://www.bluebrainer.com/wp-content/images/nembak2x.gif" alt="" width="300" height="300" /><span>Remaja mengalami perubahan fisik dan psikis pada masa-masa yang dilaluinya, dimana remaja ingin mencoba karena terdorong rasa ingin tahu mereka yang tinggi, celakanya remaja ketika ingin mencoba hal baru tanpa dibekali suatu informasi yang oke, atau mereka hanya mengerti setengah-setengah mereka akan terjebak oleh apa yang mereka putuskan sendiri. Dimana pada saat ini remaja belum bisa mengambil keputusan, karena semua keputusan yang mereka ambil merupakan cerminan pencarian identitas diri mereka, yang masih mengagungkan egoisme remaja, merasa diri yang paling benar, dan beranggapan yang lain salah, sehingga hanya satu dua remaja saja yang mau menjalankan masukan dari orangtua.</span></p>
<p><span>Remaja memiliki banyak waktu senggang diantara jam kuliah atau pulang sekolah ataupun antara kuliah, remaja belum memiliki orietasi materi karena kehidupannya masih serba ditanggung oleh orangtunaya, jadi tidak ada hal penting yang terlalu membebani pikiran remaja, sehingga disinilah mulai muncul masa pacaran yang didalamnya terkait perilaku seks untuk mengisi waktu senggang mereka, dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan perilaku seks yang tidak sehat, tantangan bagi kita disini bagaimana perilaku seks yang aman buat remaja.</span></p>
<p><span>Perilaku seksual adalah perilaku yang muncul oleh karena dorongan seksual. Perilaku seksual bermacam-macam mulai dari bergandengan tangan, pelukan, kissing necking, petting, licking dan sampai berhubungan seksual. Dan perilaku seksual bisa diibaratkan seperti bola salju yang sekali dilepaskan dari atas bukit akan semakin membesar terus dan susah untuk dihentikan. Begitulah fenomena yang terjadi pada remaja saat ini, pacaran dimulai dengan perilaku seksual yang sederhana seperti pegangan tangan sampai pada yang kompleks seperti ML kebanyakan tidak disadari mereka. Ibarat ketika perilaku pegangan tangan sudah tidak bias mentoleransi gaya pacaran mereka, mereka akan berlanjut ke perilaku ciuman dan tidak mustahil mereka baru menyadari jika mereka sudah ML. Tidak jarang kasus HIV/AIDS terjadi pada remaja oleh karena perilaku seksual yang bebas. Ironis memang apa yang terjadi pada remaja kini, mereka tidak sadar apa yang mereka lakukan dan resikonya kelak. Padahal pacaran adalah suatu proses pengenalan karakter yang berbeda-beda, dan hanya saja proses pendekatan untuk pengenalan karakter ini mereka rasa harus melalui tahapan perilaku seks yang tidak aman yang bagi mereka ini berarti rasa saling percaya. Perlu diingat remaja belum siap untuk membangun rumah tangga dan belum siap untuk menerima kehamilan.</span></p>
<p>Sebelum terjadi gumpalan bola salju yang semakin besar, remaja harus menyadari dulu fenomena ini dan memiliki gaya pacaran yang sehat seperti pacaran pas foto dapat dipertimbangkan, karena disini remaja dianjurkan untuk menstop perilaku seksual sampai pada daerah badan sebatas pas foto dan menyadari pula konsekuensinya jika lebih dari itu, pacaran sekali lagi adalah pengenalan karakter yang pasti akan selalu terjadi fenomena putus pacar, dan pacaran tidak selalu berakhir pada pernikahan, oke kalau pacar kita yang benar-benar akan menikahi kita, jika tidak?. Cinta monyet, cinta yang hanya sesaat, jangan percaya rayuan gombal. Pacaran sehat dijamin merupakan jurus ampuh untuk menandingi perilaku seks bebas remaja dan sekaligus mencegah timbulnya infeksi baru virus HIV/AIDS yang ditularkan lewat hubungan seks, remaja sangat beresiko dan sangat potensial untuk mencegahnya. Sudah siap belum mengamalkan gaya pacaran sehat?</p>
<p><em>Tulisan ini dipersembahkan dalam rangkaian Hari AIDS Sedunia.</em></p>
<p>Oleh: Dwiyathi (sumber: http://remajabali.wordpress.com)<span><span style="color: #003366;"><strong><br />
</strong></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bluebrainer.com/pacaran-sehat-biar-aman/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>desperate bride..</title>
		<link>http://www.bluebrainer.com/desperate-bride/</link>
		<comments>http://www.bluebrainer.com/desperate-bride/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 15:03:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Links]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prayasa.com/desperate-bride/</guid>
		<description><![CDATA[
penganten cowoknya pergi entah kemana.. hikz!
( lihat foto selanjutnya.. )
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.prayasa.com/wedding-photo-desperate-bride/" title="wedding photo" ><img src="http://www.prayasa.com/images/disperate-bridge.jpg" alt="wedding photo, desperate bride" border="0" height="243" width="475" /></a><br />
penganten cowoknya pergi entah kemana.. hikz!</p>
<p>( <a href="http://www.prayasa.com/wedding-photo-desperate-bride/" title="wedding photo" >lihat foto selanjutnya..</a> )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bluebrainer.com/desperate-bride/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
